
Di tengah riuh rendah aktivitas pembangunan, sebuah kisah luar biasa terukir di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Semangat kemanunggalan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026, yang digagas Kodim 0611/Garut, berhasil menyatukan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ibu tangguh, dalam misi mulia: memperkuat jalan penghubung desa yang menjadi urat nadi kehidupan.
Puluhan ibu-ibu warga Mekarmulya tak gentar membalas terik matahari. Dengan senyum merekah dan penuh antusiasme, mereka berbaris rapi di sepanjang calon jalan, tekun menyusun batu kali sebagai fondasi kokoh. Suasana kerja beralih menjadi hangat, dipenuhi canda tawa dan saling bantu, menciptakan harmoni di antara beban pekerjaan yang berat.
“Kami ibu-ibu senang sekali bisa ikut kerja bakti. Jalan ini nanti kami pakai semua, untuk ke ladang, ke pasar, ke mana-mana. Kalau jalan bagus, kami jadi mudah dan cepat berjalan. TNI sudah datang jauh-jauh, rela kerja keras demi kami, tentu kami tidak mau diam saja. Kami ikut bantu sekuat tenaga, biar cepat selesai dan hasilnya bagus, ” ujar salah satu ibu warga dengan nada gembira.
Keterlibatan aktif para perempuan ini, bersama semangat gotong royong seluruh warga, menjadi bukti nyata betapa program TMMD menyentuh langsung kepentingan dan hati masyarakat. Keikutsertaan mereka menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan, memastikan setiap target pekerjaan terselesaikan lebih cepat, tertib, dan lancar.
Pembangunan jalan ini merupakan salah satu prioritas utama dalam program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yang mengusung slogan “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Tujuannya jelas: pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas infrastruktur pedesaan, serta penguatan ikatan persaudaraan antara TNI dan rakyat.
Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, tak henti-hentinya mengapresiasi semangat warga. Ia meyakini, gotong royong adalah modal terbesar bagi keberhasilan setiap program pembangunan.

Updates.